Otomotif

Membaca tanda ban yang sudah waktunya diganti

Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang menyentuh jalan, dan luas sentuhannya jauh lebih kecil daripada yang dibayangkan.

Ilustrasi kisi titik sebagai gambaran alur ban

Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang menyentuh jalan, dan luas sentuhannya jauh lebih kecil daripada yang orang bayangkan. Semua pengereman, belokan, dan percepatan disalurkan lewat bidang sekecil itu. Karena itu ban yang sudah waktunya diganti bukan soal kenyamanan.

Cari penanda keausan di dalam alur

Hampir semua ban modern punya tonjolan kecil di dasar alurnya sebagai penanda batas. Kalau permukaan ban sudah rata dengan tonjolan itu, kedalaman alurnya sudah mencapai batas yang dianggap tidak lagi aman. Cari tanda segitiga kecil di dinding ban untuk menemukan letaknya.

Alur yang dangkal kehilangan kemampuan membuang air. Di jalan basah, itulah yang membuat kendaraan terasa mengambang meski kecepatannya biasa saja.

Usia ban berjalan meski jarang dipakai

Karet mengeras seiring waktu. Ban yang alurnya masih tebal tetapi sudah bertahun-tahun umurnya bisa kehilangan cengkeraman dan mulai retak halus. Tanggal produksi biasanya tertera di dinding ban dalam bentuk empat angka yang menunjukkan pekan dan tahun pembuatan.

Ini penting terutama untuk kendaraan yang jarang dipakai — keadaan yang justru sering membuat pemiliknya merasa bannya masih baru.

Keausan yang tidak merata menandakan hal lain

  • Aus di kedua tepi, tengah masih tebal: sering berkaitan dengan tekanan angin yang kurang.
  • Aus di tengah saja: sering berkaitan dengan tekanan yang berlebihan.
  • Aus hanya di satu sisi: biasanya soal penyetelan sudut roda.
  • Aus bergelombang atau berbulu: perlu diperiksakan, karena bisa berkaitan dengan bagian peredam atau kaki-kaki.

Mengganti ban tanpa membereskan penyebabnya berarti ban baru akan aus dengan pola yang sama.

Retak, benjol, dan tambalan

Retak halus di dinding ban adalah tanda karet yang menua. Benjolan adalah hal yang berbeda dan lebih mendesak — biasanya menandakan lapisan dalam yang rusak, dan ban seperti itu tidak layak dipakai berjalan jauh.

Soal tambalan, yang menentukan adalah letak dan ukuran lubangnya. Kerusakan pada dinding samping berbeda sifatnya dari tusukan kecil di bagian telapak. Kalau ragu, mintalah pendapat bengkel yang tidak sekaligus menjual ban baru kepada Anda.

Ganti sepasang, bukan satu

Mengganti satu ban saja membuat cengkeraman kiri dan kanan berbeda. Pada pengereman mendadak atau jalan licin, perbedaan itu terasa. Kalau anggaran terbatas, mengganti sepasang pada satu sumbu lebih baik daripada satu ban di sumbu yang berlainan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *