Politik

Membedakan berita, opini, dan siaran pers

Ketiganya sah dan berguna. Masalah muncul ketika pembaca mengira sedang membaca yang satu, padahal sedang membaca yang lain.

Ilustrasi lapisan bertumpuk sebagai gambaran jenis tulisan

Tiga jenis tulisan sering muncul berdampingan di layar yang sama, dengan tampilan yang mirip: berita, opini, dan siaran pers. Ketiganya sah, dan ketiganya punya kegunaan. Yang menimbulkan masalah adalah ketika pembaca mengira sedang membaca yang satu, padahal sedang membaca yang lain.

Berita: melaporkan, bukan menilai

Berita menyampaikan apa yang terjadi, siapa yang terlibat, dan dari mana keterangan itu diperoleh. Cirinya adalah adanya sumber yang bisa ditelusuri, dan usaha memuat lebih dari satu pihak ketika ada perbedaan pendapat.

Berita yang baik memungkinkan pembaca menarik kesimpulan sendiri. Kalau setelah membaca Anda tahu harus berpendapat apa tetapi tidak tahu dari mana informasinya berasal, yang Anda baca kemungkinan bukan berita.

Opini: menilai, dan mengaku menilai

Opini justru bertugas menyampaikan pendapat. Tidak ada yang salah dengan itu — selama ditandai. Media yang tertib memberi label pada tulisan opini dan mencantumkan siapa penulisnya beserta kaitannya dengan topik yang dibahas.

Yang perlu diwaspadai adalah opini yang disusun seperti berita: tanpa label, tanpa nama penulis, dengan judul yang terdengar seperti laporan peristiwa.

Siaran pers: pesan dari pihak yang berkepentingan

Siaran pers ditulis oleh atau untuk pihak yang ingin sesuatu diberitakan. Isinya bisa saja benar seluruhnya, tetapi pemilihan apa yang disebut dan apa yang tidak disebut ditentukan oleh kepentingan pengirimnya.

Cirinya cukup khas: hanya satu pihak yang bersuara, banyak kutipan dari pejabat organisasi itu sendiri, kata sifat yang memuji, dan tidak ada pihak yang mempertanyakan. Media yang tertib menandainya sebagai rilis atau konten kerja sama.

Tiga pertanyaan cepat

  1. Siapa yang bersuara di sini? Kalau hanya satu pihak, dan pihak itu diuntungkan oleh tulisannya, Anda sedang membaca promosi.
  2. Dari mana angkanya? Angka tanpa sumber adalah klaim, bukan data.
  3. Apakah ada nama penulisnya? Tulisan yang mengambil sikap tetapi tidak bertanda tangan patut dipertanyakan.

Kenapa ini penting bagi pembaca biasa

Bukan karena satu jenis lebih mulia dari yang lain. Ketiganya berguna kalau ditempatkan dengan benar: berita untuk mengetahui, opini untuk menimbang, siaran pers untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan sebuah pihak.

Kesalahan terjadi saat pembaca memakai siaran pers untuk mengambil keputusan seolah itu laporan yang netral, atau memakai opini sebagai bukti. Membedakannya memakan waktu beberapa detik, dan itu salah satu kebiasaan membaca yang paling murah untuk dipelajari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *