Orang yang berangkat kerja dengan transportasi umum biasanya punya satu rute yang dihafal, dan rute itu bekerja dengan baik sampai hari ketika ia tidak bekerja. Gangguan jalur, kendaraan penuh, atau hujan deras cukup untuk membuat perjalanan yang biasanya empat puluh menit menjadi dua jam.
Kenali dua rute, bukan satu
Rute cadangan bukan sesuatu yang dicari saat gangguan terjadi. Saat itu Anda sedang terburu-buru, sinyal mungkin buruk, dan semua orang di sekitar sedang mencari hal yang sama. Rute cadangan harus sudah pernah Anda coba pada hari biasa, saat tidak ada tekanan.
Cobalah sekali pada akhir pekan. Yang dicari bukan yang tercepat, melainkan yang paling berbeda jalurnya — supaya gangguan yang melumpuhkan rute utama tidak sekaligus melumpuhkan cadangannya.
Titik pindah adalah bagian paling rapuh
Sebagian besar keterlambatan terjadi bukan di dalam kendaraan, melainkan di titik perpindahan. Perhatikan berapa lama sebenarnya waktu berjalan antar titik pindah, apakah harus menyeberang, dan bagaimana keadaannya saat hujan.
Rute dengan satu perpindahan yang lapang sering lebih dapat diandalkan daripada rute yang di atas kertas lebih cepat tetapi butuh dua perpindahan mepet.
Berangkat lebih awal lebih murah daripada terlambat
Selisih lima belas menit di pagi hari sering menentukan apakah Anda mendapat kendaraan yang masih longgar atau ikut dalam gelombang paling padat. Selisih itu juga menjadi bantalan ketika ada gangguan kecil — dan gangguan kecil terjadi jauh lebih sering daripada gangguan besar.
Yang perlu dibawa
- Saldo kartu yang cukup untuk perjalanan pulang, bukan hanya berangkat.
- Daya cadangan ponsel. Peta dan pembayaran keduanya bergantung pada ponsel yang menyala.
- Payung kecil. Sebagian besar perjalanan dengan transportasi umum tetap melibatkan berjalan kaki.
- Sedikit uang tunai. Berguna saat sistem pembayaran sedang bermasalah.
Punya batas berhenti
Tentukan sebelumnya: kalau sampai jam sekian belum bergerak juga, Anda berpindah cara. Tanpa batas yang ditetapkan lebih dulu, orang cenderung terus menunggu karena merasa sudah terlanjur menunggu lama — dan justru itu yang membuat keterlambatan menjadi panjang.
Kabari juga tempat kerja sejak awal, bukan setelah terlambat. Pemberitahuan yang datang lebih dulu jauh berbeda nilainya dari penjelasan yang datang belakangan.





